Tata cara ujian Kompetensi Lisan

Tata cara ujian Kompetensi Lisan

Ujian lisan dilakukan pada hari kedua atau ketiga UK-DSPDI. Jika jumlah peserta ujian relatif terlalu banyak bila dibandingkan dengan jumlah sumber daya penguji yang tersedia, dimungkinkan untuk menambah hari pelaksanaan ujian kompetensi lisan.

All

Bentuk ujian lisan adalah ujian lisan dengan pasien. Bahan ujian (entry) ialah 1 (satu) pasien. Pemilihan pasien dilaksanakan oleh panitia lokal dengan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Pada pelaksanaan ujian disediakan formulir penilaian. Pembagian subjek pasien ujian bagi peserta ujian kompetensi lisan ditentukan berdasarkan undian yang dilakukan oleh satu atau lebih penguji tamu ujian kompetensi lisan di akhir briefing penguji. Semua nama subjek pasien ujian, termasuk subjek yang dicadangkan, diikutkan dalam pengundian yang akan dilakukan.

Kriteria Subjek Pasien Ujian:

  1. pasien rawat inap
  2. kondisi tanda vital stabil
  3. pasien kooperatif
  4. bersedia menjadi subjek ujian dan menandatangani informed consent
  5. kasus multi patologi

pada saat tim penguji dan peserta ujian dijadwalkan untuk memeriksa subjek pasien ujian, pasien tersebut tidak sedang dijadwalkan untuk menjalani tindakan diagnostik atau terapeutik di luar ruang rawat

  1. Ujian dilaksanakan pada hari yang telah ditetapkan oleh KIPD.
    Jika jumlah peserta ujian relatif terlalu banyak bila dibandingkan dengan jumlah sumber daya penguji yang tersedia, dimungkinkan untuk menambah hari pelaksanaan ujian kompetensi lisan.
  2. 1 (satu) tim penguji terdiri atas 2 (dua) orang penguji yaitu:
    • 1 orang penguji lokal
    • 1 orang penguji tamu
  3. 1 (satu) tim penguji didampingi oleh 1 (satu) orang pencatat yang berasal dari staf muda/junior institusi pendidikan yang bersangkutan. Pencatat tersebut bertugas untuk mencatat jalannya proses penyepakatan antara penguji lokal dan penguji tamu serta proses tanya jawab antara tim penguji dan peserta ujian.
  4. Penguji memberikan nilai pada lembar penilaian yang telah disediakan oleh Panitia Pusat, dan wajib memberikan nilai sehingga nilai yang diberikan adil untuk setiap peserta yang diuji.
  5. Setiap penguji memberikan penilaian tersendiri (otonom) dan langsung memasukkan lembar penilaian tersebut ke dalam amplop yang tertutup dengan mencantumkan nama penguji, peserta ujian, dan institusi pendidikan tempat ujian pada bagian luar amplop.
  6. Rekapitulasi nilai dari setiap penguji untuk masing-masing peserta dilakukan oleh KIPD.
  1. Penjelasan tentang proses ujian kepada peserta dan pencatat dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan KIPD.
  2. Penjelasan tentang proses ujian kepada penguji ujian kompetensi lisan dilakukan pada hari pelaksanaan ujian kompetensi lisan.
  3. Undian penentuan subjek pasien ujian dilakukan diakhir briefing penguji dan pencatat ujian kompetensi lisan. Panitia Lokal diminta untuk mempersiapkan nama undian subjek pasien ujian. Pengambilan undian tersebut dilakukan oleh penguji tamu. Hasil pengundian dituliskan dalam Form Berita Acara Pengundian Subjek Ujian yang ditanda-tangani oleh salah satu penguji tamu.
  4. Tim penguji memeriksa terlebih dahulu subjek pasien ujian, kemudian menetapkan dan menyepakati :
    • sign (tanda) dan symptom (gejala) serta daftar masalah yang minimal harus didapatkan oleh peserta ujian,
    • pemeriksaan penunjang (lab/radiologi/dll) yang minimal harus diusulkan peserta ujian agar dapat menyusun kemungkinan diagnosis (dan diagnosis banding) sesuai daftar masalah,
    • data hasil pemeriksaan laboratorium, foto rontgenthorax dan/atau EKG milik subjek pasien ujian yang akan diinterpretasikan oleh peserta ujian,
    • alternatif penatalaksanaan sesuai temuan masalah pada subjek pasien ujian serta antisipasi komplikasi,
    • ilustrasi kasus konsultasi yang akan diajukan kepada peserta ujian untuk dibuatkan jawaban konsultasinya,
    • penyuluhan, prevensi sekunder, dan rehabilitasi yang diperlukan subjek pasien ujian.
    • tingkat kesulitan kasus pada subjek ujian (kasus mudah, sedang atau sukar)Semua kesepakatan penguji tersebut dicatat oleh pencatat ujian pada Tabel Kesepakatan Penguji dalam Lembar Penilaian Ujian Kompetensi Lisan point No. 3 sampai dengan point No. 10 (2 rangkap) untuk diberikan kepada penguji.
  5. Setiap peserta ujian mendapat satu subjek pasien ujian pada hari penyelenggaraan ujian. Setiap peserta ujian melakukan anamnesis dan pemeriksaan jasmani subjek pasien ujiandihadapan tim penguji. Selanjutnya peserta membuat catatan medik dan lembar konsultasi sesuai dengan format yang telah disediakan oleh KIPD.Bila subjek pasien ujian tersebut seharusnya dikonsulkan ke beberapa Sejawat baik intra Departemen Penyakit Dalam ataupun kepada departemen lain, maka peserta cukup membuat salah satu konsultasi.
  6. Lamanya pelaksanaan ujian adalah 3 jam per 1 orang peserta, dengan perincian waktu maksimal untuk memeriksa subjek pasien ujian serta membuat catatan medik dan konsultasi adalah 2 jam, sedangkan lama waktu tanya jawab ujian adalah 1 jam.
  • Pada saat observasi langsung :
    Selama proses pemeriksaan subjek pasien ujian, penguji menilai tata cara anamnesis dan pemeriksaan jasmani yang dilakukan oleh peserta ujian seperti yang tertera pada form penilaian point No. 1 dan No. 2
  • Pada saat tanya jawab ujian :
    • Setiap jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang penguji juga dinilai oleh penguji lain yang tidak mengajukan pertanyaan, sehingga untuk setiap pertanyaan selama ujian, jawabannya dinilai oleh kedua penguji pada lembar penilaian point 3 sampai dengan No. 11.
    • Evaluasi jawaban peserta didasarkan pada kesesuaian jawaban yang disampaikan dengan hal-hal yang disepakati oleh penguji serta cara menjawab peserta seperti yang tertera pada Kriteria Pemberian Nilai yang disebutkan pada Subjudul 2.6 di bawah ini.
    • Evaluasi jawaban tentang sign dan symptom serta masalah didasarkan pada kesesuaian jawaban peserta ujian dengan daftar sign dan symptoms maupun daftar masalah yang telah tertulis dan disepakati oleh tim penguji pada waktu diskusi antar-penguji setelah tim penguji memeriksa subjek pasien ujian.
    • Evaluasi kemampuan analisis dan sintesis didasarkan pada kesesuaian data dengan masalah yang diidentifikasi.
    • Evaluasi kemampuan decision making dan problem solving peserta ujian didasarkan pada:
      • ketepatan usulan pemeriksaan penunjang (lab/radiologi/dll) dengan masalah yang ada sehingga dimungkinkan penyusunan alternatif diagnosis,
      • ketepatan usulan alternatif terapi sesuai dengan masalah atau diagnosis yang disusun
      • ketepatan antisipasi komplikasi
    • Evaluasi kemampuan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang didasarkan pada interpretasi peserta ujian terhadap data hasil laboratorium, foto rontgen thorax dan/atau EKG subjek pasien ujian
    • Evaluasi kemampuan kerjasama dengan disiplin ilmu lain peserta ujian didasarkan pada kemampuan peserta ujian dalam membuat dan menjawab

Terdapat 3 komponen penilaian dalam ujian kompetensi lisan, yaitu komponen penilaian (a), (b), dan (c). Tiap komponen penilaian terdiri atas satu atau lebih point penilaian yang memiliki bobot penilaian masing-masing.

  • Komponen penilaian (a) (penilaian point 1 dan No.2) dilakukan pada saat peserta ujian memeriksa subjek pasien ujian dihadapan tim penguji.
NO

KOMPONEN PENILAIAN (a)

BOBOT

(1-10)

1 Teknik Anamnesis dan Hubungan Dokter-Pasien (Doctor-Patient relationship) :

  • Menyapa pasien dengan memperkenalkan diri dan tersenyum
  • Menanyakan identitas pasien, nama, usia, tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, status pernikahan, agama, pembiayaan
  • Menjelaskan tujuan wawancara
  • Menanyakan keluhan utama pasien beserta keterangan waktunya
  • Menggali riwayat penyakit saat ini (history of present illness)
  • Mengidentifikasi permasalahan kesehatan masa lalu (past medical history)
  • Mengidentifikasi riwayat alergi
  • Mengidentifikasi riwayat pengobatan, obat-obatan yang dikonsumsi, menggali efek pengobatan, dan kepatuhan berobat
  • Mengidentifikasi penyakit yang diderita oleh keluarga pasien
  • Mengidentifikasi kehidupan pribadi dan sosial pasien
  • Menanyakan keluhan sistem organ yang mungkin dirasakan pasien (anamnesis sistem)
  • Mengulangi dan merangkum hasil wawancara (tujuan untuk mengkonfirmasi data anamnesis yang telah dihimpun kepada pasien)
  • Memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya apa yang belum jelas baginya
8
2 Teknik/ Kemampuan Pemeriksaan Jasmani :

  • Menjelaskan pemeriksaan jasmani yang akan dilakukan serta meminta izin kepada pasien.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien.
  • Perhatian terhadap respons subjek ujian saat pemeriksaan jasmani.
  • Melakukan pemeriksaan jasmani dengan baik, benar, dan sistematis dengan cara yang menyenangkan serta sesuai dengan Panduan Pemeriksaan Fisik dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi terbaru.
  • Mengakhiri pemeriksaan dengan kata penutup
8
TOTAL BOBOT PENILAIAN KOMPONEN (a) 16
  • Komponen penilaian (b) (penilaian point 3 sampai dengan No. 10) dilakukan pada saat sesi tanya jawab ujian antara tim penguji dengan peserta ujian.
NO

KOMPONEN PENILAIAN (b)

BOBOT

(1-10)

3 Pengumpulan Data Subjektif dari Anamnesis :

  • Keluhan utama beserta keterangan waktu
  • Riwayat penyakit sekarang
  • Riwayat penyakit dahulu
  • Identifikasi alergi
  • Identifikasi riwayat pengobatan, obat-obatan yang dikonsumsi, menggali efek pengobatan dan kepatuhan berobat
  • Riwayat penyakit dalam keluarga
  • Identifikasi faktor risiko, faktor sosial, psikologik, ekonomi dan budaya yang berpengaruh terhadap penyakit
5
4 Pengumpulan Data Objektif dari Pemeriksaan Jasmani :

Menetapkan dan menjelaskan kelainan yang ditemukan serta kelainan mutlak (kriteria minimum)

5
5 Kemampuan Mengelompokkan Data (clue & cue), Mensintesis, Menetapkan dan Mengkaji Masalah:

  • Menetapkan masalah atau diagnosis
  • Menetapkan dan menjelaskan dasar perumusan masalah termasuk kemungkinan diagnosis banding
  • Menjelaskan patogenesis/ patofisiologi masalah yang disebutkan
10
6 Kemampuan Rencana Diagnostik :

  • Mengusulkan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menyokong diagnosis (sesuai prioritas dan prinsip cost effectiveness)
  • Menjelaskan hasil yang diharapkan dari pemeriksaan penunjang yang diusulkan
  • Menginterpretasikan data hasil laboratorium, rontgen torax dan/atau EKG pasien

(Penguji memperlihatkan data hasil laboratorium, rontgen thorax dan/atau EKG pasien dan meminta Peserta Ujian untuk menginterpretasikan hasil pemeriksaan penunjang tersebut)

5
NO

KOMPONEN PENILAIAN (b)

BOBOT

(1-10)

7 Kemampuan Penatalaksanaan :

  • Menyusun dan menjelaskan rencana tatalaksana (termasuk aktifivitas fisik, nutrisi, cairan, terapi farmakologik, dan psikoedukasi) yang seharusnya/ yang ideal
  • Menyusun dan menjelaskan rencana tatalaksana (termasuk aktifivitas fisik, nutrisi, cairan, terapi farmakologik, dan psikoedukasi) yang sesuai dengan fasilitas pelayanan kesehatan, sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan pasien
8
8 Kemampuan Antisipasi Komplikasi :

  • Menjelaskan komplikasi, progresivitas perjalanan penyakit dan kemungkinan efek samping pengobatan
  • Menjelaskan penatalaksanaan komplikasi
8
9 Kerjasama dengan Displin Lain (konsultasi):

  • Melakukan konsultasi intra Departemen Penyakit Dalam atau kepada Departemen lain
    (Penguji menilai formulir konsultasi yang dibuat oleh pesertaujiandan penjelasan pesertaujian terkait surat konsultasi yang dibuat)
  • Menjawab konsultasi
    (Penguji membuat suatu ilustrasi kasus yang dikonsultasikan kepada pesertaujian dan meminta pesertaujian untuk menjawab konsultasi tersebut)
5
10 Penetapan Prognosis serta Penyuluhan, Pencegahan Primer/ Sekunder/ Tersier, dan Rehabilitasi :

  • Menjelaskan prognosis penyakit sesuai dengan tingkat penyakit
  • Menjelaskan dan mendemonstrasikan isi penyuluhan kepada pasien dan keluarganya disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi pasien
6
TOTAL BOBOT PENILAIAN KOMPONEN (b) 52
  • Komponen penilaian (c) (penilaian point 11) berdasarkan performa peserta mulai proses point No.1 sampai dengan No.10
NO

KOMPONEN PENILAIAN (c)

BOBOT

(1-10)

11 Profesionalisme (Knowledge, Skill, Attitude):

Penilaian Penguji dilihat dari sikap profesional Peserta mulai dari proses 1 s/d 10

(sikap profesional dalam pengelolaan pasien ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku)

8
TOTAL BOBOT PENILAIAN KOMPONEN (c) 8

Dalam memberikan penilaian terhadap jawaban yang diberikan oleh peserta untuk penilaiankomponen (b) (penilaian point No. 3 sampai dengan No.10) pada proses tanya jawab antara tim penguji dengan peserta ujian, penguji memakai kriteria sebagai berikut :

Kisaran Nilai

Uraian

85 – 100

Dapat melakukan kajian dengan baik dan benar serta dapat menjelaskannya dan menjawab pertanyaan dengan lancar dan sistematis

70-84

Dapat melakukan kajian dengan baik dan benar namun dalam menjelaskannya dan menjawab pertanyaan kurang lancar meski cukup sistematik

60-69

Dapat melakukan kajian dengan baik dan benar namun dalam menjelaskannya dan menjawab pertanyaan tidak lancar dan kurang sistematik

55-59

Dapat melakukan kajian dengan baik dan benar namun dalam menjelaskannya atau menjawab perlu bimbingan penguji

<55

Tidak dapat melakukan kajian dengan baik dan benar atau atau tidak dapat menjelaskannya atau tidak dapat menjawab pertanyaan atau memberikanjawaban yang salah

 

  • tidak ada sistem bobot antar penguji lokal dan penguji tamu
  • nilai dari masing-masing penguji :
    • nilai tiap point penilaian dalam tiap komponen = nilai yang diberikan penguji untuk point penilaian tersebut x bobot
    • nilai tiap komponen penilaian = penjumlahan total nilai pada 1)
    • rerata nilai tiap penguji = total nilai komponen (a), (b), dan (c)/ total bobot ketiga komponen
      catatan: total bobot ketiga komponen penilaian (a), (b), dan (c)= 76
  • nilai akhir peserta = rerata nilai dari kedua penguji

Peserta dinyatakan lulus ujian kompetensi lisan dengan pasien jika nilai rata-rata setiap komponen dari kedua penguji ujian kompetensi lisan adalah minimal 70.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.