Kolegium Ilmu Penyakit Dalam (KIPD) merupakan salah satu badan eksekutif PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) yang bertanggung jawab dalam pendidikan dokter spesialis dan pendidikan subspesialis / konsultan penyakit dalam di Indonesia. Keilmuan di bidang ilmu penyakit dalam saat ini mencakup :

  • Alergi Imunologi
  • Endokrin Metabolik Diabetes
  • Gastroenterohepatologi
  • Geriatri
  • Ginjal Hipertensi
  • Hematologi Onkologi Medik
  • Kardiovaskular
  • Penyakit Tropik Infeksi
  • Psikosomatik
  • Pulmonologi
  • Reumatologi

 

Sejarah perkembangan Ilmu Penyakit Dalam (IPD) tidak lepas dari sejarah perkembangan Ilmu Penyakit Dalam di dunia, dimana pembagian ilmu kedokteran pada mulanya dibagi menjadi 2, yaitu ilmu kedokteran bedah dan medis.

Sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran medis, ilmu penyakit dalam mempunyai nilai dan ciri yang merupakan jati dirinya. Ilmu penyakit dalam memiliki nilai bersama yang merupakan nilai inti ilmu kedokteran yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, bebas dari diskriminasi serta melaksanakan praktek kedokteran dengan penuh tanggung jawab. Nilai tersebut diamalkan dalam melaksanakan profesi dokter penyakit dalam.

Di Indonesia perkembangan pendidikan profesi dokter spesialis penyakit dalam bermula dari dibentuknya beberapa Bagian IPD di Jakarta, Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya pada tahun 1950an. Selanjutnya pendidikan profesi dokter spesialis penyakit dalam terus berkembang di berbagai propinsi di Indonesia.

Dalam perkembangannya terjadi kekhususan baik di bidang pelayanan dan pendidikan sehingga terbentuk subspesialisasi. Saat ini ada 11 subspesialis yaitu : Alergi imunologi Klinik, Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, Gastroenterohepatologi, Geriatri, Ginjal Hipertensi, Hematologi Onkologi Medik, Kardiologi, Penyakit Tropik dan Infeksi, Psikosomatik, Pulmonologi dan Reumatologi.

Perhimpunan spesialis Ilmu Penyakit Dalam (PAPDI) merupakan salah satu perhimpunan profesi yang tertua di Indonesia. Perhimpunan ini lahir pada 16 Nopember 1957 di Jakarta. Dalam perkembangan keprofesian PAPDI berusaha secara aktif untuk mengembangkan layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Sumbangan tersebut dapat berupa pendidikan dokter spesialispenyakit dalam serta pemikiran-pemikiran untuk dapat mewujudkan layanan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat. PAPDI bersama perhimpunan profesi lain berusaha juga untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia. Dalam mewujudkan layanan kesehatan yang dapat meningakatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia PAPDI menerapkan nilai-nilai yang dianut dan berlaku dalam pengembangan ilmu penyakit dalam. Ini berarti PAPDI menerapkan layanan yang bersifat komprehensif dengan pendekatan holistik serta merupakan layanan yang berkesinambungan. Adakalanya seorang dokter spesialis penyakit dalam melayani pasiennya sejak pasien berusia muda sampai pasien tersebut berusia lanjut, layanan yang lamanya puluhan tahun dan berkesinambungan.

Dalam rangka mengawal mutu pendidikan spesialis penyakit dalam maka pada tanggal 9 Agustus 2003 di KOPAPDI Manado, dibentuk Kolegium Ilmu Penyakit Dalam sebagai badan otonom PAPDI.