Ketua KIPD dipilih dan bertanggung jawab kepada Kongres. Masa Bakti kepengurusan KIPD PAPDI selama 3 (tiga) tahun, maksimal 2 kali masa bakti. Struktur organisasi kolegium terdiri dari 3 struktur yaitu :

  • Pleno seluruh anggota;
  • Badan Pengurus; dan
  • Badan Pekerja diutamakan dari Pengurus dan anggota dari Pusat

ANGGOTA

Anggota KIPD berasal dari setiap Cabang PAPDI sedikitnya 3 orang sebanyak-banyaknya 5 orang dengan ketentuan bagi pusat pendidikan yang menerima PPDS kurang dari 10 orang persemester dapat mengirimkan wakil 3 orang, sedangkan yang menerima peserta PPDS lebih dari 10 orang dapat mengirimkan maksimal 5 orang.

Adapun perwakilan anggota KIPD terdiri dari :

  1. Ketua Program Studi (KPS) Pusat Pendidikan Penyakit Dalam.
  2. Kepala Departemen.
  3. Perwakilan dari cabang yang ditunjuk oleh Cabang PAPDI.
  4. Guru Besar yang terpilih atau staf senior yang berminat dalam pendidikan.
  5. Anggota KIPD dari cabang atau subspesialis penyakit dalam adalah wakil yang ditunjuk oleh perhimpunan seminat atau peer groups subspesialis.

TUGAS

Tugas Kolegium Ilmu Penyakit Dalam (KIPD) PAPDI

  • Membina dan mengembangkan proses belajar mengajar, yang mencakup
    • evaluasi proses belajar mengajar secara berkala ;
    • pengembangan metodologi proses belajar-mengajar; dan
    • penetapan bentuk proses belajar-mengajar.
  • Mengembangkan kurikulum pendidikan spesialis dan subspesialis ilmu penyakit dalam
    • evaluasi kurikulum secara berkala;
    • revisi kurikulum sesuai kebutuhan; dan
    • evaluasi pelaksanaan kurikulum.
  • Membina dan mengembangkan pusat studi spesialis dan subspesialis ilmu penyakit dalam, yang mencakupi
    • penetapan kriteria baku pusat studi ilmu penyakit dalam;
    • akreditasi pusat studi ilmu penyakit dalam;
    • pemberian bantuan dalam pengembangan pusat studi yang sudah ada ;
    • pemberian bantuan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM);
    • perencanaan kualitas lulusan spesialis dan subspesialis ilmu penyakit dalam; dan
    • penilaian atas lulusan spesialis ilmu penyakit dalam dari luar Indonesia
  • Melaksanakan Ujian Profesi Nasional yang diadakan sedikitnya 2 kali dalam setahun dan terdiri atas ujian tulis (tahap I) dan ujian lisan dengan pasien (tahap II) bagi para program dokter spesialis (PPDS) tahap III yang telah menyelesaikan semua tugas